Oleh: rumahkita2010 | 27 Agustus 2010

INVESTASI SOSIAL

KALAU BANGSA INI MENJADI NEGARA INVESTASI SOSIAL
 
  1. 1. PENDAHULUAN
  2. 2. KEMISKINAN BUTUH INVESTASI SOSIAL
 
Untuk mengurangi dan akhirnya menghapuskan kemiskinan, kita harus kembali ke meja perencanaan. Konsep, lembaga, dan kerangka-kerangka analitis kondisi yang menciptakan kemiskinan tidak bisa mengakhiri kemiskinan. Jika kita bisa secara cerdas menggarap ulang kondisi-kondisi kerangkanya, maka kemiskinan akan hilang dan takkan pernah kembali lagi. Kita harus memperluas konsep kita perihal lapangan kerja, memastikan bahwa layanan finansial menyentuh kaum paling miskin, dan mengakui adanya potensi pengusaha dalam diri setiap manusia.

Perubahan adalah buah dari upaya yang intensif. Intensitas upaya itu bergantung pada kebutuhan yang dirasa perlu bagi perubahan dan sumber-sumber daya yang dimobilisir untuk menghadirkan perubahan yang diharapkan. Dalam perekonomian berbasis ketamakan, jelas bahwa perubahan itu akan disetir oleh ketamakan. Perubahan ini bisa jadi tidak senantiasa memenuhi harapan sosial. Perubahan-perubahan yang diharapkan secara sosial bisa jadi tidak menarik dari sudut pandang ketamakan.

Itulah mengapa organisasi yang sadar sosial dibutuhkan, dan negara serta masyarakat sipil harus menyediakan sumber daya keuangan dan sumber daya lain bagi mereka. Organisasi-organisasi macam ini akan terus mencurahkan perhatian serta dana riset dan pengembangannya untuk inovasi, adaptasi, dan pengembangan teknologi yang akan memfasilitasipencapaian tujuan-tujuan sosial yang bermanfaat. Mereka juga akan memantau pengembangan teknologi yang digerakkan oleh ketamakan untuk memastikan bahwa teknologi macam itu tidak mengarahkan masyarakat ke tujuan-tujuan yang diharapkan.

Salah satu cara terbaik untuk maju adalah mendorong usahawan sosial. Pola perilaku seorang usahawan yang digerakan oleh tujuan sosial adalah sebagai berikut:
·   Meski diilhami oleh sejumlah tujuan sosial, dia bersaing dengan semua pesaing lain dipasar. Inilah alasan mendasarnya untuk tetap berkecimpung dalam bisnis.
·   Dia mungkin memperoleh laba pribadi juga. Laba pribadi ini bisa berkisar dari nol sampai ke jumlah yang sangat besar, bahkan lebih besar dari pesaingnya yang dimotivasi oleh laba. Tetapi dalam kasus usahawan sosial, laba pribadi adalah pertimbangan kesekian, bukan yang utama. Disisi lain, seorang usahawan yang dimotivasi oleh laba mungkin memiliki andil dalam pencapaian beberapa tujuan sosial. Tetapi ini akan menjadi produk sampingan dari bisnisnya, atau pertimbangan kedua. Ini tidak akan membuatnya menjadi usahawan sosial.
·   Semakin tinggaI dampak sosial dari setiap dolar yang diinvestasikan, semakin tinggi peringkat pasar usahawan sosial. ”Pasar” dalam hal ini akan terdiri atas investor-investor potensial yang mencari peluang untuk menginvestasikan dananya dalam perusahaan-perusahaan yang digerakkan oleh tujuan sosial. Uang yang diinvestasikan untuk tujuan sosial akan berpindah dari perusahaan-perusahaan yang digerakkan oleh tujuan sosial. Uang yang diinvestasikan untuk tujuan sosial akan berpindah dari perusahaan berdampak sosial rendah ke perusahaan yang lebih tinggi dampaknya, dari perusahaan berdampak umum ke perusahaan yang dampaknya spesifik dan nyata, dari perusahaan sosial tradisional ke perusahaan yang lebih inovatif dan efisien.
Investor-investor yang digerakkan oleh tujuan sosial akan memerlukan pasar saham terpisah, sebagaimana lembaga pemeringkat, lembaga keuangan, reksadana dan modal ventura dll yang terpisah pula. Hampir semua perangkat yang kita miliki untuk perusahaan bermotivasi laba dibutuhkan oleh perusahaan bermotivasi tujuan sosial, seperti firma audit, metodhologi uji tuntas dan kajian dampak, kerangka peraturan, standarisasi dsb. Hanya saja konteksnya beda dan metodologinya berbeda pula.

Upaya penanganan kemiskinan yang dilakukan oleh pemerintah telah menjangkau berbagai pelosok tanah air. Secara kuantitatif menunjukkan hasil yang siginifikan, sebagaimana terlihat pada data statistik yang menunjukkan, ketika dimulainya pembangunan lima tahunan (Pelita) pada akhir 1960-an kurang lebih 60% penduduk Indonesia berada dibawah garis kemiskinan dan pertengahan 1990-an menjadi sekitar 12% dari total penduduk Indonesia (BPS, 1997). Akan tetapi, capaian prestasi itu, menjadi tidak berarti ketika badai krisis (1997) menimpa Indonesia, sebagaimana banyak diexpose oleh berbagai media (elektronik, cetak) angka kemiskinan meningkat drastis mencapai 40%, bahkan ILO memperkirakan jumlah orang miskin di Indonesia pada akhir 1999 mencapai 66,3% dari total jumlah penduduk Indonesia (BPS, 1999 dalam Suharto dkk, 2004).

BPS bekerjasama dengan Pusdatin Departemen Sosial (2004) mencatat, jumlah penduduk miskin 36,1 juta jiwa, sedangkan penduduk fakir miskin 14,8 juta jiwa tersebar di 30 propinsi (data terlampir). Sementara itu, menurut BPS per Maret 2006, jumlah penduduk miskin (penduduk yang ada di bawah garis kemiskinan) mencapai 39,05 juta orang atau 17,75 % dari total penduduk 222 juta jiwa. Jumlah tersebut naik 3,95 juta orang dari data Pebruari 2005 yang hanya 35,10 juta orang (15,97 %) (Republika, Sept 2006). Namun demikian, jika dilihat secara lebih luas, jumlah penduduk miskin dan yang mendekati miskin (masih) cukup besar, yaitu: 62 juta orang (Media Indonesia, Sept 2006). Kenaikan yang cukup signifikan tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM yang secara rata-rata 126% per Oktober 2005 dan harga beras yang melonjak sementara harga gabah malah turun.

 
Dunia mulai diingatkan tentang kewirarusahaan sosial, ketika penghargaan Nobel tahun 2006 jatuh ke tangan seorang wirausahawan sosial bernama Muhammad Yunus. Yunus adalah anggota Global Academy Ashoka, dimana Ashoka dikenal sebagai sebuah organisasi global pertama yang mengembangkan konsep kewirausahaan sosial. Berkat gagasannya memberantas kemiskinan melalui sistem keuangan mikro yang lebih dikenal sebagai Grameen Bank, Yunus telah membantu jutaan kaum miskin di Bangladesh, terutama perempuan yang selama ini sangat sulit memperoleh akses. 
Melalui Grammen Bank, Yunus membangun sistem untuk memperoleh kesejahteraan yang lebih baik di tengah kemiskinan yang mencekik. Ia membuktikan pentingnya sistem perbankan berubah menjadi sensitif dan berdampak pada masyarakat miskin, khususnya perempuan. Ia tidak hanya menginspirasi masyarakat Bangladesh, tetapi juga masyarakat dunia. memperoleh layanan listrik.

Kemiskinan bukan hanya pada permasalahan ekonomi saja namun sudah menyangkut permasalahan-permasalahan sosial, bahkan sudah sampai tingkat budaya kemiskinan. 
Apabila permasalahan kemiskinan tidak diselesaikan maka akan terus berkembang dan pemyelesaiannya pun semakin sulit dan membutuhkan biaya yang sangat besar. Tetapi sebaliknya apabila kemiskinan itu cepat diselesaikan maka kita mendapatkan keuntungan yang berkembang di masa yang akan datang. Berikut adalah prediksi perkembangan permasalahan kemiskinan yang terjadi di Indonesia berdasarkan data kemiskinan tahun 2005 dan 2006.

Tabel 1  
Prediksi Jumlah Penduduk Miskin dari Tahun 2007 sampai Dengan 2010
Berdasarkan Data Kemiskinan 2005 sampai dengan 2006
P  R  E  D  I  K  S  I
TAHUN
2005
2006
2007
2008
2009
2010
JUMLAH
35,1
39,05
43
46,95
50,9
54,85
PERSEN
15,9
17,75
19,37
21,15
22,95
24,59
                                    3,95            3,95            3,95            3,95            3,95            

Jumlah tersebut akan terus naik apabila permasalahan sosial tidak segera ditangani dan pada akhirnya semua penduduk Indonesia miskin semua. Untuk itu kita perlu mengembangkan program pengentasan kemiskinan yang benar-benar menyentuh sampai tingkat individu sehingga kemiskinan dapat dimuseumkan dari negara tercinta ini.
  1. 3. INVESTASI SOSIAL YANG BISA DIKEMBANGKAN DI INDONESIA

Melihat kondisi masyarakat yang ada di Indonesia, ada 3 macam jenis investasi sosial yang dapat dikembangkan di Indonesia :

  1. Investasi yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan berupa kesejahteraan suatu bangsa. Ini hanya bisa dilakukan oleh pemerintah karena untuk memperoleh kesejahteraan maka suatu negara harus menginvestasikan dananya untuk kepentingan dan keberlangsungan negara tersebut.
  2. Investasi yang bertujuan memperoleh keuntungan dari usaha yang dikembangkan. Investasi sosial semacam ini bisa kita tawarkan kepada mereka yang bergerak pada dunia usaha.
Analisis bisnis rosabeth Moss Kanter mengidentivikasi lima area utama dimana kebijakan pemerintah bisa membantu penciptaan lapangan kerja. 
a.    Pemerintah perlu mendukung prakarsa kewirausahaan.
b.    Pemerintah perlu menekankan pendidikan seumur hidup.
c.    Kemitraan proyek publik.
d.    Kebijakan pemerintah dapat meningkatkan portabilitas.
e.    Pemerintah harus mendorong kebijakan tempat kerja yang ramah keluarga (family-frienly workplace policies)

Investasi sumber daya manusia terbukti mendongkrak keuntungan berbagai perusahaan dalam sektor perekonomian penting. Sebuah studi di Amerika Serikat membandingkan 700 perusahaan besar dari berbagai industri yang berbeda. Hasilnya menunjukan bahwa bahkan perbedaan marginal dalam indeks investasi sumber daya manusia meningkatkan keuntungan pemegang saham sampai 41.000 dollar.

  1. Investasi sosial yang berorientasi pada keuntungan akherat (amal). Investasi sosial semacam ini bisa dikembangkan di indonesia karena masyarakat Indonesia adalah beragama. Agama apapun pasti mempunyai mempunyai tujuan bukan hanya sekedar di dunia saja tetapi juga bertujuan di akherat, namun pengelolaannya dilakukan secara profesional. Seperti yang dilakukan oleh dompet du’afa republika yang menekankan progran untuk ekonomi. Prinsip ”jangan hanya memberi ikan tapi kail” harus dikedepankan. Hanya memberi ikan jelas tak mendidik. Kalau terpaksa, tentu saja juga sah memberi ikan. Karena itu, disamping hibah, DD mengembangkan program ekonomi produktif dengan alokasi dana paling tidak 50%. Untuk beasiswa-SDM 25% dan hibah sosial bagi korban bencana dan lain-lain 25%.

Logical frame work investasi sosial yang dapat dikembangkan di Indonesia adalah sebagai berikut :

INVESTASI SOSIAL

(Menanamkan sejumlah dana untuk memperoleh keuntungan)

Untuk menarik para investor ada 2 hal yang perlu di perhatikan : pertama, social marketing yaitu produk-produk sosial yang telah dibuat kita pasarkan baik pada penyandang masalah supaya dapat keluar dari permasalahannya dan pemasaran sosial kepada lembaga donor (potensi dan sumber kesejahteraan sosial) untuk membantu memuseumkan kemiskinan. Kedua, bursa saham sosial yaitu sarana untuk menghubungkan antara investor dengan usahawan sosial. Kita perlu menciptakan bursa saham sosial dimana hanya saham-saham bisnis sosial yang diperdagangkan. Seorang investor mendatangi bursa saham ini dengan tujuan jelas menemukan sebuah bisnis sosial dengan misi sesuai dengan keinginannya.
Untuk memungkinkan bursa saham sosial berkinerja secara layak, kita perlu mendirikan badan-badan pemeringkat, standarisasi terminologi, definisi, perangkat pengukur dampak, format pelaporan, dan berkala-berkala finansial baru seperti The Social Wall Street Journal. Sekolahan-sekolahan bisnis akan menawarkan kursus-kursus dan gelar manajemen bisnis sosial untuk melatih manajer-manajer muda cara mengelola perusahaan bisnis sosial dengan cara yang paling efisien, dan yang paling penting mengilhami mereka untuk sendirinya menjadi usahawan sosial.
  1. 4. LANGKAH MEWUJUDKAN NEGARA INVESTASI SOSIAL
 
Dalam memuseumkan kemiskinan langkah-langkah efektif yang bisa kita tawarkan kepada para investor adalah sebagai berikut : 
1.    Mengidentifikasi akar permasalahan kemiskinan dengan benar.
Kemiskinan yang terjadi di Indonesia harus dipelajari lewat penelitian. Penelitian yang dimaksud sampai menemukan akar permasalahan sehingga program dapat fokus pada penyelesaian akar masalah. 
2.    Memahami masalah dari sudut pandang pihak yang mengalami masalah.
Persepsi tentang permasalahan yang dialami oleh kaum miskin berbeda dengan persepsi ahli pembangunan sosial. Untuk itu sebaiknya sudut pandang kaum miskin yang kita pakai dalam menyelesaikan permasalahan.
3.    Penyelesaian yang digagas tidak serta merta dalam skala besar dan muluk-muluk.
Gagasan yang kita pikirkan diujicoba dulu dalam skala kecil. Kalau ujicoba tersebut berhasil maka diujicoba lagi ke tempat lain dengan tidak menggenalisir permasalahan. Setelah itu baru di sebarluaskan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi.
4.    Pemyelesaian masalahnya bersifat struktural.
Masalah kemiskinan bukan hanya permasalahan individual semata tetapi sedah menyangkut permasalahan struktural, sehingga harus diselesaikan dengan struktural juga. 

Dengan langkah-langkah diatas kesejahteraan positif akan menggantikan setiap aspek negatif antara lain: otonomi menggantikan kemelaratan; kesehatan yang aktif menggantikan penyakit; ketidaktahuan digantikan oleh pendidikan sebagai bagian pendidikan yang terus berlanjut; kekumuhan digantikan dengan kemakmuran; dan inisiatif menggantikan kemalasan. Dengan demikian kita bisa menciptakan Indonesia yang bebas kemiskinan karena kemiskinan tidak dibikin oleh rakyat miskin. Kemiskinan di ciptakan dan dilestarikan oleh sistem sosial ekonomi yang kita rancang sendiri; pranata-pranata dan konsep-konsep yang menyusun konsep itu; kebijakan-kebijakan yang kita terapkan.

Kemiskinan tercipta karena kita membangun kerangka teoritis berdasarkan asumsi-asumsi yang merendahkan kapasitas manusia, dengan merancang konsep-konsep yang yang terlampau sempit (seperti konsep bisnis, kelayakan kredit, kewirausahaan, lapangan kerja) atau mengembangkan lembaga-lembaga yang belum matang (seperti lembaga-lembaga keuangan yang tidak mengikutsertakan kaum miskin). Kemiskinan disebabkan oleh kegagalan pada tataran konseptual, dan bukan kurangnya kapabilitas di pihak rakyat.

Niat yang tulus, tujuan yang jelas, langkah yang terarah, timwork yang kompak dan sarana yang mendukung adalah syarat untuk mewujudkan Negara Investasi Sosial. 

---oo0oo---

Responses

  1. Profil Perusahaan
    Inter Pan Pasifik Futures merupakan bagian dari Inter Pan Group yang dikenal dengan berbagai aktivitas untuk bisnis seperti jasa keuangan, developer, manufaktur dan perdagangan internasional sejak tahun 1989.
    Sejak berdirinya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka dan Komoditi (BAPPEBTI) di Indonesia, PT Inter Pan Pasifik Futures mendapat izin resmi dari BAPPEPTI, dengan nomor izin 427/BAPPEBTI/SI/VII/2004 dan merupakan anggota Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dengan nomor SPAB-056/BBJ/12/03 dan juga anggota PT. Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dengan nomor izin 27/AK-KBI/IX/2004.
    Dalam menjalankan bisnis, komitmen kami kepada mitra dengan motto “Profiting from the Futures” agar dapat memberi manfaat investasi bagi investor kami baik dalam hal informasi, pengetahuan perdagangan berjangka dan perencanaan investasi yang terbaik, kami menyediakan konsultan yang profesional dan berpengalaman di bursa Hongkong dan Wall Street.
    Investment
    Di PT. Inter Pan Pasifik Futures, terdapat banyak pilihan berinvestasi pada perdagangan berjangka bagi setiap nasabah kami, setiap peluang pasar yang menguntungkan dapat di-perdagangkan.
    – Index: Hangseng, Nikke and Korea Index (Kospi)
    -Forex (Foreign Exchange): EURO vs USD, GBP vs USD, AUD vs USD, USD vs. JPY, USD vs. CHF
    – And Gold
    Jika anda tertarik hubungi nomor saya 085664071251
    Our office is based in Cambridge Building Jalan S Parman No. 217 North Sumatra, Medan Floor 1


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: